Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar mengatakan, selama soliditas TNI dan Polri tercipta, sebesar apapun ancaman yang datang NKRI akan tetap terjaga.

Demikian disampaikan Agum Gumelar saat menghadiri silaturahmi dengan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dan para purnawirawan TNI, di kantor Kemenhan, Jakarta, Senin (29/7).

“Saya rasa sesuatu yang mutlak harus kita jaga adalah soliditas TNI dan Polri. Karena dengan terciptanya soliditas TNI dan Polri, sebesar apapun ancaman terhadap negeri ini tidak akan mampu menghancurkan NKRI,” kata dia.

Selain itu, Agum juga mengajak kepada seluruh para purnawirawan dari semua matra Darat, Laut dan Udara untuk melupakan kontestasi pemilihan presiden yang telah usai.

Karena, menurut Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini, anggota aktif termasuk purnawirawan memiliki kewajiban untuk menjaga bangsa dan negara dari ancaman gerakan yang sifatnya ingin mengganti NKRI dan Pancasila.

Dan pada sisi lain, Agum menduga saat ini ada upaya memecah belah TNI dengan Polri. Hal itu terlihat saat pengamanan aksi unjuk rasa di sekitar Bawaslu pada 21 dan 22 Mei yang berujung ricuh.

“‘Polisi musuh kita, TNI kawan kita’. (Pernyataan) itu kan upaya untuk memecah belah. Di sinilah perlu kewaspadaan kita,” ucap Agum.