Ambisi Jonatan Christie untuk kembali menaklukkan Kento Momota gagal total. Justru Jonatan yang harus menerima kekalahan dua game langsung di final tunggal putra Japan Open 2019, Minggu (28/7).

Jojo, sapaan akrabnya, selalu tampil apik di awal game melawan Momota. Baik di awal game pertama maupun kedua, Jojo mampu mengimbangi permainan sempurna Momota.

Namun, setiap kali melewati interval, Jojo seperti kehabisan bensin. Tertinggal dan kesulitan menyalip kembali raihan poin milik Momota.

Seperti yang diperagakan Jojo di game pertama. Dia mampu merepotkan Momota melalui penempatan yang akurat. Pun menang dalam duel di depan net.

Di awal game kedua pun Jojo tampil tenang dan merepotkan Momota. Bahkan keduanya sempat terlibat rally shot hingga mencapai 30 kali saling berbalas tembakan.

Namun, lagi-lagi, melewati interval game performa Jojo langsung melorot. Dia banyak melakukan kesalahan sendiri. Baik saat melakukan duel di depan net. Maupun ketika mencoba menempatkan shutlecock di belakang Momota.

Alhasil, Jojo pun kalah dalam dua game langsung: 16-21 dan 12-21.

Indonesia tinggal berharap kepada pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Octavianti yang saat ini tengah bertanding melawan Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping di partai final.

Karena Indonesia dipastikan meraih satu titel juara di nomor ganda putra. Setelah Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra menciptakan All Indonesian Final. Duel antara sesama pebulutangkis Indonesia ini menjadi laga penutup di Japan Open 2019.