INILAHCOM, Medan – Bea Cukai (BC) Kualanamu berhasil menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster sebanyak 18.240 ekor di dalam sebuah koper pada Senin (3/2/2020) sore, di terminal keberangkatan internasional Bandara Kualanamu.

Dalam koper tersebut terdapat 30 bungkus plastik berisi baby lobster yang terdiri dari 16.416 ekor jenis pasir dan 1.824 ekor jenis mutiara dengan perkiraan nilai Rp 2,8 miliar. Dalam konferensi pers pada Selasa (4/2/2020) di Bea Cukai Kualanamu lalu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kualanamu Rahmat Priyandoko mengatakan bahwa Ini adalah sinergi Bea Cukai dengan BKIPM.

Untuk mengatasi kerugian akibat penyelundupan ini, pihak Bea Cukai Kualanamu berkoordinasi dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Medan I dan Bea Cukai Sibolga untuk melepasliarkan benih-benih lobster tersebut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan kota Sibolga dan Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan turut hadir menyaksikan Pelepasliaran baby lobster di perairan sibolga, Selasa (04/02). Kegiatan Pelepasliaran ini sebagai bentuk upaya pelestarian dan keasrian benih-benih lobster yang ada di Sumatera Utara

“Sesuai regulasi yang ada, ini memang terlarang dan kita harus cegah segala cara penyelundupan baby lobster, dengan demikian benih-benih lobster yang ada di Sumatera Utara akan terjamin kelestariannya,” tutup Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Laut dan Perikanan Provinsi Sumatera Utar, Portogi H Panggabean. [*]