INILAHCOM, Jakarta – Tahun ini, Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan, gencar melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di seluruh wilayah Indonesia.

Selain rokok ilegal, Bea Cukai juga aktif dalam menindak peredaran rokok non-konvesional, atau elektrik seperti Vape, Juul dan Iqos. Sebab seiring dengan perkembangan zaman dan gaya hidup, ketiga jenis rokok elektrik tersebut mulai marak di pasaran. Bahkan produk-produknya dijual bebas di e-commerce.

“Bea Cukai juga aktif dalam pemberantasan rokok non-konvensional. Terutama rokok Juul dan Iqos,” kata Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi saat pemaparan capaian Direktorat Bea dan Cukai di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (13/11/2019).

Heru menjelaskan, sepanjang 2019, penindakan terhadap peredaran rokok ilegal baik konvensional maupun non-konvension sangat tinggi. Bahkan komoditi ini menempati urutan pertama dari hasil penindakan Ditjen Bea dan Cukai pada tahun ini. “Tahun 2019 untuk penindakan rokok sebanyak 5.598 kasus dan menjadi urutan pertama,” kata pria kelahiran Bondowoso, Jawa Timur itu.

Heru mengatakan, untuk kasus Juul dan Iqos, pihaknya bahkan sudah menahan dua orang terkait peredaran dua komoditi tersebut. Sebab selain ilegal, transaksi penjualan dua produk tersebut dinilai sudah tergolong kategori industri yang angkanya mencapai Rp18 miliar. “Karena omzet penjualan dua produk ini sudab masuk golongan bisnis yakni Rp18 miliar,” jelasnya.

Dengan angka penjualan tersebut maka produk itu sudah layak dikenai cukai. Selain itu juga produk tersebut masuk dalam kategori rokok. [ipe]