JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota Komisi VII DPR, Nawafie Saleh, untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1, Kamis (9/5/2019).

“Dipanggil sebagai saksi untuk SFB (Sofyan Basir),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi.

Selain Nawafie, KPK juga memanggil dua saksi lain yang akan diperiksa untuk tersangka Sofyan. Mereka yakni Direktur Keuangan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Amir Faisal dan Direktur PT One Connect Indonesia Herwin Tanuwidjaja.

(Baca: KPK Panggil Tiga Pejabat PLN Sebagai Saksi untuk Tersangka Sofyan Basir)

Pemeriksaan terhadap Nawafie sebelumnya juga pernah dilakukan KPK pada 24 September 2018. Saat itu, politikus Golkar tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anggota Komisi VII DPR nonaktif yang juga dari Fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih.

KPK resmi menetapkan Sofyan Basir yang merupakan Direktur Utama PT PLN sebagai tersangka dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1 karena Sofyan diduga membantu Eni Maulani Saragih, dkk menerima hadiah atau janji dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

(Baca: Jadi Tersangka Sofyan Basir Dinonaktifkan, Muhammad Ali Plt Dirut PLN)

Sofyan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Terkait perkara ini, mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, pun turut divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Bukan cuma itu, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar tersebut juga dikenakan denda Rp150 juta subsider 2 bulan kurungan.

Dalam putusannya, majelis hakim Pengadilan Tindap Pidan Korupsi (Tipikor) Jakarta menyatakan, Idrus terbukti menerima suap bersama-sama dengan Eni Maulani Saragih.

(Baca: Tok! Idrus Marham Divonis 3 Tahun Penjara)

Eni pun telah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan. Selain itu, ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp5,87 miliar dan 40 ribu dolar Singapura.

Sedangkan Johanes Budisutrisno Kotjo selaku terdakwa pemberi suap diperberat hukumannya oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menjadi 4,5 tahun penjara. Bukan cuma itu, Johanes juga diwajibkan membayar denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan. (cw6/ys)