Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, murid yang menjadi korban banjir memiliki hak belajar.

“Pemerintah penuhi juga khusus pendidikan. Kita usahakan para siswa anak-anak tidak terlalu terganggu kegiatan belajarnya artinya apapun kondisinya belajar harus tetap berjalan,” ujarnya d Jakarta, Senin (6/1/2020).

Muhadjir mendorong agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memenuhi fasilitas agar proses belajar mengajar tetap berjalan. “Bantuan kemendikbud sudah mulai turun untuk memberikan bantuan,” kata dia mengutip arahan Presiden Jokowi terkait penanganan pasca banjir.

“Untuk berkoordinasi sambil memastikan bantuan untuk para korban itu dijalankan dengan baik dan mereka dapatkan pelayanan sebagaimana mestinya,” lanjut Muhadjir.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, di DKI Jakarta saja ada 201 sekolah yang terdampak banjir, yang meliputi TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

BNPB juga mendata jumlah peserta didik pada berbagai jenjang pendidikan di Jakarta yang terdampak banjir. per Kamis (2/1/2020) pukul 16.00 dengan rincian:

Siswa TK jenis 575 siswa laki-laki dan 558 siswa perempuan

SD 1.170 siswa laki-laki dan 1.249 siswa perempuan

SMP 884 siswa laki-laki dan 892 siswa perempuan

SMA 758 siswa laki-laki dan 1.070 siswa perempuan

SMK 568 siswa laki-laki dan 552 siswa perempuan

PAUD 66 anak laki-laki dan 78 anak perempuan

Dengan jumlah siswa terdampak 4.021 laki-laki dan 4.399 siswa perempuan.

Total siswa terdampak banjir sebanyak 8.420 siswa.