Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto di hadapan ratusan prajurit saat memimpin apel pemeriksaan kesiapan operasi Satgas Pamtas RI-RTDL Sektor Barat di lapangan Batalyon Infanteri Raider 132/Bima Sakti, Bangkinang, Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (26/7).

Dalam kesempatan tersebut, Marsekal Hadi berpesan kepada setiap anggota harus menguasai sosial budaya masyarakat setempat, termasuk aturan-aturan adat yang ada.

“Jangan terpengaruh budaya negatif yang ada, termasuk di antaranya kegiatan-kegiatan ilegal seperti penyelundupan, narkoba, mabuk-mabukan, asusila,” harapnya.

Setiap tim juga harus menguasai gambaran awal situasi dan kondisi wilayah yang menjadi taggung jawab tim, termasuk kerawanan-kerawanan yang mungkin timbul.

“Apabila kalian menemukan permasalahan yang tidak dapat kalian selesaikan, segera kalian laporkan ke Komando atas,” ujarnya.

Selain menguasai sosial budaya masyarakat setempat, hal yang ditekankan Marsekal adalah tanggung jawabnya komandan untuk melaksanakan pembinaan mental maupun pembinaan personel secara keseluruhan.

“Pengamanan perbatasan di wilayah rawan tidak sekadar mengamankan patok, tetapi juga memenangkan hati dan pikiran rakyat. Artinya Satgas harus dekat dengan rakyat, tetapi tetap memperhatikan faktor keamanan,” tegasnya.

Masalah kesehatan juga tak luput menjadi perhatian Marsekal Hadi. Walaupun sedang melaksanakan tugas teritorial, setiap prajurit tetap disiplin menjaga kesehatan lantaran daerah operasi adalah daerah endemik malaria serta tingginya angka penderita AIDS.

“Saya percaya kalian semua dapat melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, karena kalian adalah prajurit ksatria yang terlatih dan profesional,” pungkasnya.