TRIBUNNEWS.COM – Hasil Survey menunjukkan 52 persen responden setuju kebijakan naturalisasi era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih baik ketimbang normalisasi era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang hanya dipilih 37 persen.

Hal tersebut merupakan hasil dari Populi Center yang melakukan survei terkait kebijakan penanggulangan banjir yang dilakukan di era Anies dan di era Ahok.

Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan survei, masyarakat DKI Jakarta cenderung memilih program penanggulangan banjir di era Anies.

Peneliti Populi Center, Jefri Ardiansyah mengatakan, dalam survei tersebut, responden ditanya program apa yang tepat untuk tangani banjir, apakah normalisasi era Ahok atau naturalisasi era Anies.

“Hasilnya, sebanyak 5 persen tidak mengerti, 1,7 persen menolak untuk menjawab, dan sisanya 4,3 persen memilih tidak tahu,” kata Jefri di kantor Populi Center, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (15/1/2020).

Pertanyaan soal naturalisasi dan normalisasi pun diperdalam kepada responden.

Saat mereka dijabarkan konsep naturalisasi dan normalisasi tanpa embel-embel nama Ahok dan Anies, mayoritas responden lebih memilih penjelasan dari konsep normalisasi.

Dari pertanyaan yang disebutkan, dijelaskan bahwa konsep normalisasi yakni melakukan pelebaran sungai dan betonisasi dengan penggusuran lebih rendah. Cara ini disetujui 50,7 persen responden.

Sementara konsep naturalisasi yang dijelaskan yaitu melakukan pelebaran sungai dan penanaman pohon dengan risiko penggusuran lebih tinggi.

Cara ini disetujui 35,7 persen responden.