INILAHCOM, Jakarta – Dalam menghadapi era industri dan globalisasi, pemerintah terus membuat berbagai kebijakan dan inovasi baru untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi dala, berkinerja. Menghadapi tantanngan tersebut, Bea Cukai di beberapa daerah mengawali tahun 2020 dengan melakukan kunjungan ke berbagai instansi untuk melakukan benchmarking sekaligus memperkuat sinergitas.

Diawali oleh kunjungan Bea Cukai Wilayah Jawa Barat, Selasa (4/2/2020) ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor yang salah satunya adalah Bea Cukai Bogor. Kakanwil Bea Cukai Jawa Barat, Saipullah Nasution bersama jajarannya melakukan benchmarking terhadap mekanisme pelayanan MPP yang telah modern dan paperless.

Dijelaskan pula terkait beberapa aplikasi yang digunakan serta prosedur pelayanan yang dijalankan mulai dari antrian hingga pelayanan selesai. Penggunaan aplikasi ini merupakan wujud transformasi pelayanan publik dari manual ke digital yang semakin memudahkan masyarakat.

Pada awal 2020, Bea Cukai Bogor memberikan 3 jenis layanan baru di MPP, yaitu layanan aktivasi modul pemberitahuan impor barang (PIB) dan pemberitahuan ekspor barang (PEB), layanan registrasi nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC), dan layanan pengambilan surat perizinan subkontrak.

Saipullah memberikan apresiasi kepada Bea Cukai Bogor yang terus berinovasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat. “Masyarakat sangat dimudahkan dengan metode pelayanan ini, saya berpesan agar layanan dilaksanakan secara profesional dan penuh semangat,” ujarnya.

Selain itu, Bea Cukai juga melakukan kunjungan dalam rangka memperkuat sinergi ke pemerintah daerah setempat. Pada Rabu (5/2/2020), Bea Cukai Madiun mendatangi Walikota Madiun untuk berkoordinasi terkait perizinan di bidang cukai, peluang industri kecil untuk ekspor, serta peningkatan efektifitas sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Walikota Madiun, Maidi mengungkapkan akan menindaklanjuti terkait hal tersebut. Melalui kantor pelayanan perizinan terpadu (KPPT), pihaknya akan mengevaluasi proses perizinan perusahaan, begitupun dengan industri kecil berbasis ekspor. “Beberapa industri di Kota Madiun memiliki potensi untuk dikembangkan di pasar internasional, maka dari itu hal ini sangat kami dukung agar dapat berjibaku dengan Bea Cukai untuk bersama kembangkan industri dalam negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Bea Cukai Pangkalpinang pada hari yang sama juga mengunjungi Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang dalam rangka memperkuat sinergitas fungsi Customs, Immigration, Quarantine (CIQ).

Sebelumnya Bea Cukai telah bekerja sama dengan Karantina dalam pertukaran data pelayanan dan pengawasan, penguatan pemeriksaan secara integrasi melalui Indonesia Single Risk Management dalam Indonesia National Single Windows (INSW) serta pemanfaatan bersama sarana dan prasarana pemeriksaan di lapangan.

“Sinergi ini diharapkan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan pengawasan ekspor produk pertanian di wilayah Pulau Bangka,” ujar Yetty Yulianty, Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang.

Kemudian, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo juga melakukan kunjungan kerja ke Bupati Jepara. Ia menyampaikan bahwa di Jepara terdapat 29 Perusahaan Rokok, 12 kawasan berikat dan 6 perusahaan furniture yang telah memanfaatkan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

Gatot menyampaikan akan terus menjalin sinergi dengan Pemerintah Daerah Jepara untuk meningkatkan ekspor. “Jepara sangat potensial dan sebagai daerah industri kami akan terus mendorong peningkatan ekspor dengan pemanfaatan fasilitas,” terang Gatot.

Bupati Jepara menyambut baik dan siap memberikan dukungan. “Pemda Jepara siap bersinergi dan akan melakukan inventarisasi perusahaan rokok. Pihaknya juga berterima kasih atas pemanfaatan DBHCHT dan berterima kasih atas kerjasama selama ini,” pungkasnya. [*]