“Belum ada kepastiannya. Itu sama kayak surat dari KBSA untuk Kemenag RI pekan lalu. Masih melihat perkembangan”

Petugas Haji Indonesia di Riyadh: Belum Ada Info Pembatalan

AFP/ABDEL GHANI

Suasana area sekitar Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada Kamis (05/03/2020).

Hidayatullah.com– Budi Marta, salah seorang petugas haji Indonesia yang kini tengah menempuh pendidikan magister S2 di Riyadh, Arab Saudi mengatakan, sampai kini, pihak kantor urusan haji Indonesia di Jeddah belum memberi informasi pembatalan Haji 1441H/2020M.

“Termasuk juga belum ada informasi pembatalan petugas haji. In-syaAllah saya bertugas lagi tahun ini kalau ada haji. Pekan lalu saya habis daftar ulang petugas haji seperti biasa,” jelas Budi, sapaan akrabnya, lewat pesan singkat kepada hidayatullah.com, pada Selasa (24/03/2020) malam.

Budi menjelaskan, batas waktu daftar ulang petugas haji Indonesia yang kini tinggal di Saudi adalah 15 Maret 2020.

“Sampai saat ini belum ada informasi pembatalan. Belum ada kepastiannya. Itu sama kayak surat dari KBSA untuk Kemenag RI pekan lalu. Masih melihat perkembangan,” jelasnya ketika ditanya tentang video konpers dari pemerintah Saudi, diwakili oleh Abdullah Ahmad al-Abdan.

Budi mengatakan, bahwa itu anjuran untuk jangan melunasi dulu, bahkan jangan membayar apa-apa dulu. “Kan biasanya membayar biaya akomodasi, transportasi, dan konsumsi,” ujarnya.

Anjuran itu disampaikan pemerintah Saudi, karena melihat belum adanya tanda-tanda meredanya wabah virus corona jenis baru (Covid-19).

Di Riyadh, kata Budi, pasien positif Covid-19 yang terbanyak di Saudi. “Kemarin mencapai 200 orang (positif),” katanya.

Meski begitu, mahasiswa S2 jurusan Tarbiyah di sebuah universitas Riyadh ini bersyukur, karena hingga kini belum ada pasien positif Covid-19 di Saudi yang meninggal dunia.*

Rep: Achmad Fazeri

Editor: Muhammad Abdus Syakur