Kegiatan tersebut telah ditutup resmi oleh Paban VII/Latma Sops TNI Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo, di Jakarta Room Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/7). HING sendiri merupakan komponen Angkatan Darat Amerika Serikat.

Menurut Kolonel Inf Achmad Budi, latihan yang diikuti 34 personel militer terdiri dari 19 Prajurit TNI dan 15 Tentara Hawaii yang berlangsung selama 22- 26 Juli, sudah sesuai dengan tujuan baik dari pihak Indonesia maupun Amerika.

Dia katakan, para peserta pelatihan telah memahami software tentang deteksi dini dan analisa hal-hal yang berkaitan dengan keamanan cyber (cyber security).

“Kegiatan pelatihan ini baik dari sesi akademik dan latihan telah selesai dilaksanakan, dan sudah sesuai dengan tujuan dari kedua belah pihak (Indonesia dan Amerika),” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa manfaat pelatihan yang telah dicapai sesuai tujuan penyelenggaran ini. Manfaatnya adalah mengetahui bagaimana membangun infrastruktur sebagai proteksi. Peserta memperoleh lebih banyak pengetahuan dan prosedur bagaimana mempertahankan dan melindungi cyber network.

“Dalam pelatihan ini juga, para peserta menerima pengalaman dan keahlian, khususnya tentang prosedural dan pelajaran penting tentang cara terbaik untuk menyelamatkan jaringan, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dengan metode studi kasus serta pemecahan masalah bersama,” tuturnya.