“Dengan segala hormat, dia (Valentino Rossi) tidak lagi menjadi masa depan dalam partisipasi kami pada MotoGP,” ucap Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, dilansir Motorsport.

Yamaha mulai mempertimbangkan untuk meminta pembalap Italia itu mundur dari ajang balapan MotoGP. Meskipun, perannya tetap dibutuhkan Yamaha.

Rossi sendiri masih terikat kontrak hingga akhir musim 2020. Yamaha tak keberatan jika Rossi bertahan bersama mereka hingga 3 tahun ke depan.

Namun, setelah itu, Rossi tampaknya sulit untuk tetap menjadi salah satu pembalap tim pabrikan tersebut. Apalagi, musim ini Rossi seperti sulit bersaing dengan pembalap elite lainnya.

Bahkan dengan sesama pembalap Yamaha, Maverick Vinales, performa Rossi juga kalah apik. Rossi baru meraih 8 poin dari 4 balapan terakhirnya.

Penampilan Rossi di usia yang sudah kepala 4 memang tak sehebat di masa jayanya. Terakhir kali Rossi meraih titel juara dunia terjadi 10 tahun silam.

“Hingga 2010, Valentino telah membawa kami empat gelar juara. Jadi ketika ia meninggalkan kami (pindah ke Ducati), itu berdampak besar. Itu akan seperti Marquez meninggalkan Honda sekarang,” ungkap Jarvis.